Kerjasama YRCI

Rabu 19 Mei 2010 adalah hari yang tak terlupakan bagi mereka yang berkomitmen untuk melindungi kepentingan hak cipta mereka dan mereka yang menghormati hak-hak pencipta dan penerbit karya-karya artistik di Indonesia.

Dalam auditorium yang dihadiri dan disaksikan oleh mahasiswa serta tamu undangan, Ibu Kartini Nurdin sebagai Ketua Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia (YRCI) dan Bapak Yohanes Surya, Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menandatangani Perjanjian Lisensi sebagai upaya untuk melegalkan perbanyakan (fotokopi) dalam skala besar dan mengurangi pembajakan buku di Indonesia pada umumnya.

Dalam kerangka ini UMN sebagai Universitas terkemuka memberikan pendidikan yang berkaitan dengan bidang Teknologi Infomasi (TI). Melalui program studi yang berkaitan dengan hak cipta dan hak kekayaan intelektual, Ikatan mendedikasikan diri untuk memberikan sumber daya manusia yang berkualitas yang memahami pentingnya industri berbasis hak cipta dalam perspektif global.

Melalui sebuah seminar yang diselenggarakan oleh UMN dan partisipasi dari YRCI serta Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) memberikan pendidikan kepada mahasiswa tentang pengetahuan dasar dalam bagaimana sistem hak cipta dapat memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.

YRCI mendedikasikan kegiatannya untuk mendorong kemajuan industri kreatif dengan melindungi pemangku kepentingan dan anggota YRCI. Menciptakan budaya patuh, di mana hak-hak para pencipta dihormati adalah salah satu dari banyak kegiatan YRCI menyanggupi untuk memperkaya keragaman budaya dan mendorong otonomi budaya. Kolaborasi dan masuknya pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, pemerintah dan budaya seni, adalah bahan utama untuk masyarakat yang lebih terbuka dalam menghargai dan menanamkan warisan dan nilai-nilai budaya.

Comments are closed.